chocolate is my life
Selasa, 14 Mei 2013
Jumat, 10 Mei 2013
nikmatnya coklat membuat tenang
Banyak yang
nggak mau makan coklat karena terpengaruh mitos. Diantaranya, coklat dianggap
bikin gemuk dan bikin batuk. Kenyataannya gemuk tidaknya seseorang tergantung
pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Sedangkanbatuk disebabkan oleh
kuman, bukan coklat. Coklat justru dapat mengobati batuk. Karena memiliki
kandungan senyawa theobromine yang dapat mencegah batuk.
Menurut Bryan Raudenbush dari Universitas Wheeling Jesuit di West Virginia, coklat banyak mengandung unsur-unsur yang menjadi simultan seperti theobromine, phenethylamine, dan kaffeine. Senyawa-senyawa ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Dengan mengkonsumsi coklat, kita dapat memperoleh efek stimulasi tersebut yang membuat peningkatan performa mental
Pernyataan Raudenbush ini didasarkan pad apenelitian yang dilakukannya terhadap sejumlah relawan yang mengkonsumsi coklat dalam beberapa jenis, dalam empat kejadian terpisah. Kelompok pertama mengkonsumsi 85 gram batangan coklat susu, 85 gram coklat hitam, 85 gram carob, dan kelompok keempat tidak mengkonsumsi apapun.
Setelah 15 menit berselang, para relawan tes neuropsikologis untuk melihat perfoma kognitif , termasuk daya ingat, daya konsentrasi, kemampuan bereaksi dan kemampuan memecahkan masalah.
“Nilai bagi daya ingat verbal maupun visual tertinggi bagi mereka yang masuk kelompok mengkonsumsi batangan coklat susu dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya,” begitu kata Raudenbush.
Membuat TenangMenurut Bryan Raudenbush dari Universitas Wheeling Jesuit di West Virginia, coklat banyak mengandung unsur-unsur yang menjadi simultan seperti theobromine, phenethylamine, dan kaffeine. Senyawa-senyawa ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Dengan mengkonsumsi coklat, kita dapat memperoleh efek stimulasi tersebut yang membuat peningkatan performa mental
Pernyataan Raudenbush ini didasarkan pad apenelitian yang dilakukannya terhadap sejumlah relawan yang mengkonsumsi coklat dalam beberapa jenis, dalam empat kejadian terpisah. Kelompok pertama mengkonsumsi 85 gram batangan coklat susu, 85 gram coklat hitam, 85 gram carob, dan kelompok keempat tidak mengkonsumsi apapun.
Setelah 15 menit berselang, para relawan tes neuropsikologis untuk melihat perfoma kognitif , termasuk daya ingat, daya konsentrasi, kemampuan bereaksi dan kemampuan memecahkan masalah.
“Nilai bagi daya ingat verbal maupun visual tertinggi bagi mereka yang masuk kelompok mengkonsumsi batangan coklat susu dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya,” begitu kata Raudenbush.
Coklat juga dapat membuat tenang. Karena karbohidrat yang dibentuk oleh senyawa kimia dalam coklat menghasilkan serotonin, sehingga kita merasa santai. Selain itu kandungan antioksidan fenol juga mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker. Selain itu, coklat juga pelindung yang cukup baik dari stroke. Kandungan flavanol pada coklat juga mencegah tekanan darah tinggi, dan dapat menghancurkan zat kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan penuaan dan berbagai penyakit serius.
Jadi, nggak perlu takut makan coklat, yang penting jangan berlebihan.
Langganan:
Komentar (Atom)



